Nostalgia Hari Ini: Selebrasi Emosional Emmanuel Adebayor ke Arah Fans Arsenal

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – 12 September 2009 mungkin tak akan dilupakan oleh pendukung Arsenal karena kelakuan Emmanuel Adebayor. Sebab, saat itu mereka dibikin geram karena ulah si pemain yang sengaja selebrasi ke arah tribune yang ditempatinya.

Sejatinya, pemain asal Togo itu menjadi salah satu striker yang berbahaya ketika perkuat the Gunners. Dalam rentang waktu 2006 hingga 2009 dia sukses melesakkan 62 gol dalam 142 penampilan di sana.

Namun demikian, sang striker kemudian hijrah ke Manchester City pada 2009 dengan nilai tranfer 25 juta pounds. Dia memulai dengan baik bersama klub barunya, mencetak gol secara beruntun dari tiga pertandingan pertamanya.

Nah yang menarik pada laga keempatnya. Saat itu City menjamu Arsenal di Eastlands. Emmanuel Adebayor lantas jadi sorotan tajam dalam laga itu. City memimpin 1-0 pada babak kedua ketika Adebayor berselisih dengan mantan rekan setimnya, Robin van Persie, menebas wajah pemain Belanda itu dengan kakinya.

Nostalgia Hari Ini: Selebrasi Emmanuel Adebayor ke Arah Fans Arsenal
Dok. Daily Mail

Dia tidak menerima kartu kuning untuk pertengkaran itu. Tetapi kemudian, setelah mencetak gol untuk membawa City unggul 3-1, dia berlari di sepanjang lapangan untuk merayakan golnya di depan para pendukung Arsenal yang berkunjung. City kemudian menang 4-2.

Nostalgia Hari Ini: Selebrasi Emmanuel Adebayor ke Arah Fans Arsenal
AP

Jelas, aksinya itu bikin fans Arsenal geram bukan main. Usai laga, dia pun menjadi sasaran para pewarta untukdimintai tanggapan atas aksinya tersebut.

Emmanuel Adebayor Punya Alasan

Namun demikian, baru pada 2016 Adebayor akhirnya bersuara atas aksinya tersebut. Striker yang pernah membela Tottenham Hotspur itu mengaku memang geram karena sepanjang laga mendapat hinaan berbau rasialisme.

“Inilah masalahnya dan itulah mengapa saya tidak mengatakan apa pun tentang rasisme selama beberapa minggu terakhir. Ketika saya merayakan, FA mendenda saya, mereka menghukum saya. Tidak ada yang terjadi pada fans Arsenal. Jadi [rasisme] dimulai dengan saya dan jauh sebelum saya,” kata dia kepada Daily Mail.

“Saya ingat saat pergi ke stadion dan fans Arsenal ada di sana. Yang saya dengar hanyalah nyanyian, ‘Ibumu pelacur dan ayahmu mencuci gajah.’,” sambung dia.

Saat itu, lanjut dia, tak ada yang bisa dilakukan ketika mendengar hinaan dari pendukung Arsenal. Hanya selebrasi ke arah pendukung The Gunners lah yang saat itu berada di benaknya kala mencetak gol.

Nostalgia Hari Ini: Selebrasi Emmanuel Adebayor ke Arah Fans Arsenal
The Times

“Jadi bagaimana saya bisa membalas? Saya tidak memiliki suara untuk melawan ribuan pendukung. FA yang sama mencoba menghentikan rasisme? Maafkan saya. Ini tidak bekerja seperti itu. Hari ini sudah terlambat. Kami lelah. Cukup sudah cukup,” tutup Adebayor.

Comments are closed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More