Mengikhlaskan Cristiano Ronaldo Ikuti Jejak Denis Law

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Cristiano Ronaldo jadi perhatian banyak pihak jelang penutupan bursa transfer musim panas. Ronaldo dirumorkan akan kembali ke Liga Inggris dan memperkuat Manchester City. Publik Old Trafford dan fan Manchester United ramai-ramai memaki Ronaldo, padahal ini baru sebatas rumor.

Pun seandainya hal itu terealisasi, tidak ada yang salah dengan keputusan Cristiano Ronaldo. Ini era sepak bola industri dan sudah sewajarnya sebuah klub yang memiliki kekuataan finansial bisa mendapatkan pemain seperti Cristiano Ronaldo.

Juventus Tak Hanya Waspadai Chelsea- Cristiano Ronaldo

Di era sepak bola industri, kesampingkan apa yang namanya loyalitas. Bahkan jauh sebelum sepak bola menjadi industri, perpindahan pemain ke klub rival adalah kewajaran. Mari tengok siapa pemain pertama Manchester United yang pindah ke Manchester City? Jawabannya tentu bukan Carlos Tevez.

Ialah Bob Milarvie, pesepak bola kelahiran Skotlandia yang pindah dari Manchester United ke City pada 1891, era di mana sepak bola masih sangat kuno dan para pemainnya belum mengenal apa yang nama hak citra sebagai seorang pesepak bola.

Mungkin nama Bob Milarvie asing dan ia bukan pemain besar untuk United jadi tindakannya dianggap wajar-wajar saja. Lalu bagaimana dengan keputusan Denis Law di tahun 1962 dan 1973. Kasus Denis Law ini terbilang cukup unik.

Cristiano Ronaldo Sah-Sah Saja Ikuti Jejak Denis Law

Mengikhlaskan Cristiano Ronaldo Ikuti Jejak Denis Law

Law mengawali kariernya di Huddersfield Town. Mantan pelatihanya yang juga legenda Liverpool, Bill Shankly ingin membawa Law ke Anfield. Namun Law memilih untuk bergabung ke Manchester City pada 1960. Semusim di City, seperti Cristiano Ronaldo ia terbang ke Turin.

Denis Law bergabung ke Torini mengikuti jejak para pemain Inggris di era itu yang bermain di Serie A. Tidak seperti John Charles yang berjaya di Juventus, Law malah tampil biasa-biasa saja di Torino, hanya mencetak 10 gol dari 27 pertandingan.

Di Turin, Law bahkan sempat mengalami insiden kecelakaan. Peristiwa nahas itu bahkan hampir menewaskan rekan Law, Joe Baker. Uang sebesar 110ribu poundsterling yang dibayar Torino untuk mendapatkan Law menguap begitu saja. Law memutuskan kembali ke Inggris pada 1962.

Tebak klub mana yang ia pilih? Ya, Law kembali ke Manchester, tapi memilih membela Manchester United. Keputusan Law di tahun itu tentu saja melukai fan Manchester City. Apalagi di United, Law jadi pemain yang sumbang banyak gol dan gelar.

Mengikhlaskan Cristiano Ronaldo Ikuti Jejak Denis Law

Enam gelar disumbang Law untuk Manchester United, termasuk satu gelar Liga Champions 1967-68. Gelar pertama United di Liga Champions. Di United juga Law berhasil meraih gelar Ballon d’Or.

Law dipuja sebagai legenda oleh publik Old Trafford. Namun di penghujung kariernya, Law mengambil keputusan kontroversial. Law ditawari kontrak oleh pelatih City, Johnny Hart untuk pindah.

Tanpa pikir panjang Law kembali ke Manchester City. Gantian publik Old Trafford yang meradang. Bahkan di musim keduanya bersama City ini, Law sempat membuat malu United di Old Trafford. Law cetak gol dengan tumit ke gawang United yang membawa City menang 1-0.

Gol ini membuat United turun kasta. Bayangkan, meski tak memberi gelar untuk City di musim keduanya, Law membuat klub yang besarkan namanya turun tahta. Lantas apakah Law masih layak dianggap legenda oleh publik Old Trafford?

Comments are closed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More