5 Noktah Merah Manchester City dari Kekalahan Lawan Tottenham

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Manchester City memulai kiprah pada gelaran Premier League 2021-22 dengan buruk. Bertandang ke markas Tottenham Hotspur, tim asuhan Pep Guardiola takluk 0-1. Satu-satunya gol yang bersarang di gawang Ederson Moraes pada laga itu dicetak Son Heung-min pada menit ke-55.

Kekalahan itu menjadi pukulan bagi The Cityzens yang berusaha mempertahankan gelarnya dengan menjadikan Jack Grealish sebagai pemain Inggris termahal dan terus membidik Harry Kane. Menariknya, Tottenham tak diperkuat Kane pada pertandingan pekan pertama Premier League tersebut.

Gol tunggal Son Heung-min membuat Tottenham Hotspur menang atas Manchester City pada pekan pertama Premier League 2021-22.
rfi.fr

Di balik kekalahan itu, setidaknya ada lima noktah merah. Pertama, ini adalah kali pertama Man. City gagal menang pada pekan pertama dalam satu dekade terakhir. Sebelumnya, dalam 10 musim beruntun dari 2011-12 hingga 2020-21, The Cityzens selalu menang.

Sebelum ini, Man. City gagal menang pada partai pekan pertama Premier League musim 2010-11. Ketika itu, tim asuhan Roberto Mancini imbang 0-0 di kandang Tottenham. Adapun kekalahan terakhir pada pekan pertama dialami musim 2008-09 saat anak-anak asuh Mark Hughes takluk 2-4 dari Aston Villa.

Kemandulan Manchester City

Noktah merah kedua, kekalahan dari Tottenham Hotspur membuat Manchester City menelan kekalahan dalam tiga laga beruntun. Sebelumnya, tim asuhan Guardiola juga kalah 0-1 dari Chelsea pada final Liga Champions dan Leicester City pada laga Community Shield.

Kalah tiga kali beruntun tanpa mencetak gol bukan hal biasa bagi The Cityzens. Kali terakhir hal itu terjadi pada Maret 2007 di bawah asuhan Stuart Pearce. Mereka kalah 1-0 dari Wigan Athletic di Premier League, lalu takluk 0-2 dari Blackburn Rovers di Piala FA dan kembali tersungkur 0-1 di Premier League, kali ini dari Chelsea.

Manchester City selalu kalah dan tak mencetak gol dalam 3 laga beruntun.
Getty Images

Tak mencetak gol dalam tiga laga beruntun jadi noktah merah ketiga. Man. City mengulang kisah musim 2015-16. Pada Maret 2016, The Cityzens secara mengejutkan gagal mencetak gol dalam tiga laga beruntun. Mereka imbang 0-0 dengan Norwich City di Premier League dan Dynamo Kyiv di Liga Champions. Lalu, mereka kalah 1-0 dari Manchester United di Premier League.

Kegagalan mencetak gol tersebut menegaskan kerinduan Manchester City terhadap sosok bomber ulung. Musim lalu, mereka sudah merasakan hal itu. Kini, hal serupa kian terasa. Tak heran bila banyak olok-olok terlontar bahwa dibanding Tottenham Hotspur, mereka lebih membutuhkan Harry Kane.

Pil Pahit Guardiola

Noktah merah keempat khusus terkait manajer Pep Guardiola. Kekalahan Manchester City dari Tottenham Hotspur menjadi kekalahan kedua yang dialami sang manajer pada pekan pertama liga. Sebelumnya, satu-satunya kekalahan dialami pada musim pertamanya, yakni saat menangni Barcelona pada 2008-09.

Ketika itu, Barcelona secara mengejutkan tumbang 0-1 dalam lawatan ke markas Numancia gara-gara gol Mario Martinez Rubio pada menit ke-13. Setelah itu, dia selalu membawa timnya menang saat menjalani laga pekan pertama dalam sebelas musim beruntun hingga akhirnya Tottenham kembali memberikan kekalahan serupa.

Guardiola kini empat kali beruntun selalu kalah di kandang Tottenham Hotspur.
Getty Images

Noktah merah kelima juga masih bagi Guardiola. Kekalahan pada laga pembuka Premier League 2021-22 membuat dia kini selalu membawa tim asuhannya kalah dalam empat lawatan beruntun ke markas Tottenham Hotspur. Sebelumnya, Manchester City dua kali takluk 0-2 dan sekali kalah 0-1. Kemenangan terakhir direbut pada musim 2018-19 dengan skor 1-0.

Kini, Tottenham jadi salah satu tim yang paling menakutkan bagi Guardiola. Dia sudah menelan 5 kekalahan dari 14 pertemuan. Jumlah kekalahan dari Tottenham sama dengan yang diderita dari Liverpool. Hanya ada dua tim lain yang lebih menakutkan bagi Guardiola. Mereka adalah Manchester United (6 kali kalah) dan Chelsea (9 kali kalah).

Comments are closed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More